Sabtu, 19 November 2016
PUISI TAHUN BARU HIJRIYAH
Tetesan hujan di teras depan terdengar berirama di gendang telingaku
Ada yang bertempo cepat ada yang mengalun lambat
Semua itu memadu menjadi sebuah simponi yang menyejukkan kalbu
Tak terasa tibalah kita di tahun baru
Meski tak ada suara bedug bertalu talu
Tak ada petasan mengudara saling bercumbu
Tak ada suara trompet saling beradu
Karena memang hakikatnya seperti itu
Tahun baru bukanlah ajang menghamburkan uang
Hanya demi "ledakan" singkat sebuah petasan
Tahun baru bukanlah pesta pernikahan ataupun pesta perpisahan
Yang harus dilakukan beramai ramai
Tapi tahun baru adalah instropeksi diri kita di mata Tuhan
Cobalah ingat kembali waktu yang kita habiskan di tahun lalu
Sudahkah kita meningkatkan iman?
Sudahkah perintah Allah kita lakukan?
Sudahkah sunah Rosul kita amalkan?
Sudahkah Al-Qur'an kita jadikan pedoman?
Hanya diri sendiri yang bisa menjawab bukan?
Bilamana sudah Engkau lakukan
Janganlah hati merasa puas kawan
Tingkatkan lagi dan istiqomahlah
Bilamana belum Engkau lakukan
Janganlah berkecil hati kawan
Allah tidak pernah berhenti memberi kesempatan
Dengan hati ikhlas mulailah lakukan
Insya Allah, Tuhan akan memudahkan
.
.
.
.
Bersama tetes hujan yang mulai tak beraturan
Aku berdoa semoga menjadi lebih baik di hari depan
.
.
.
Selamat Tahun Baru Hijriah 1438 H���
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar