RESENSI
BUKU
Judul : Kimi To Boku
Pengarang : Thurfatun Nadhifah
Penerbit : Media Pressindo
Tebal
Buku : 184 halaman
Ukuran
Kertas : 13x19 cm
Jenis
buku : Fiksi
Tahun
Terbit : 2013
ISBN : 979-911-281-8
KIMI
TO BOKU
Buku ini bertemakan
kisah cinta seorang remaja SMA yang sederhana yaitu Kitazama Naoko gadis SMA
yang biasa saja dan Nishitka Kei yang terkenal dan mempunyai banyak pengikut .
Pengarang novel ini, Thurfatun Nadhifah menceritakan pengalaman orang lain dan
hanya mengamatinya. Alur ceritanya juga mudah dipahami sehingga kita tidak
bingung membacanya. Tokoh utamanya Kitazama Naoko dan Nishitaka Kei. Sedangkan
tokoh pendukungnya Yoshinaga Hino, Nakatsu Hitachiin, Yoshiki Sano, Hoshiki
Sano, Yuuki kanoko, Ishiwaru Yukko, Yamada-sensei.
Novel Kimi To Boku yang bersetting di Jepang
mengisahkan seorang gadis SMA yang bernama Kitazama naoko yang sering dipanggil
Naoko-chan. Latar tempatnya yaitu di ruang kelas, tempat festival, koridor
sekolah, ruang musik, panggung, dan lain-lain. Ia dijadikan objek ijime/penindasan
oleh sang Ouji (pangeran) di sekolahnya,
Nishitaka Kei. Ia dijadikan objek ijime dikarenakan membela
temannya yaitu Ishiwaru Yukko Setiap hari ada saja yang mengganggunya. Naoko-chan
hanya diam menatap dengan sinis berusaha menahannya dalam hati.
Dikarenakan
Naoko-chan tidak tahan lagi dengan semua penindasan itu, tanpa sadar ia telah
mengucapkan semua yang ada alam hatinya. Dan tak disangka Kei merangkul
Naoko-chan dan memberitakan bahwa ia dan Naoko-chan sekarang resmi menjadi
sepasang kekasih. Semua orang diam tak percaya apa yang dikatakan Kei. Ternyata
itu dilakukan Kei untuk membantu Naoko-chan agar tidak menjadi objek ijime lagi.
Sejak saat itu ,semua orang yang dulu menyebalkan kini
tersenyum lebar pada Naoko-chan . Bukan lebar yang meremehkan namun lebar yang
bersahabat.. Kini Naoko-chan lebih dekat pada Kei . Suatu hari saat Naoko-chan sedang bermain piano sambil
bernyanyi di ruang musik, ia bertemu Nakatsu Hitachiin. Seorang dulu selalu melindungi
Naoko-chan sebelum ia pindah Inggris..
Kei mengajak Naoko-chan pergi ke Natsu Matsuri (Festifal Musim Panas) . Naoko-chan pergi ke Natsu Matsuri memakai Yukata/ pakaian tradisional Jepang. Kei
dan Naoko-chan menikmati Natsu Matsuri dengan perasaan senang. Pengikut Kei tiba-tiba
datangdam mengajak Kei bermain lempar gelang. Dan Kei menyanggupinya namun
Naoko-chan tidak bisa ikut karena belum bisa menyesuaikan diri dengan pengikut Kei, Naoko-chan
disuruh menunggunya sampai Kei kembali. Setelah beberapa saat muncullah Nakatsu
dan mengajak Naoko-chan jalan-jalan mengitari kuil. Hari sudah semakin malam.
Kei gelisah mencari Naoko-chan . dan setelah bertemu Naoko-chan , ia sangat
marah pada Naoko-chan karena Naoko-chan pergi bersama Nakatsu dan menyeretnya
dengan kasar menjauhi Nakatsu.
Ketika Kei sedang memetik gitar di ruang musik.
Tiba-tiba muncullah seorang wanita yaitu
Yuuki. Kei langsung memeluk Yuuki dan Naoko-chan merasa sakit hati melihat
adegan itu. Naoko-chan akhirnya meninggalkan ruang musik
dengan berlinang air mata. Ternyata Yuuki adalah cinta
pertama Kei saat masih SMP dan telah mencampakkannya namun ternyata Kei masih
belum bisa
melupakannya.
Naoko-chan tidak sadar bahwa ia menginginkan Kei
selalu disampingnya dan juga menginginkan Nakatsu di saat yang sama. Kini
Naoko-chan dan Kei hanya sebatas teman dan bukan kekasih pura-puranya
lagi. Namun Kei masih khawatir dan
peduli pada Naoko-chan walaupun bukan kekasih pura-puranya lagi. Naoko-chan
juga merasa sedih karena tidak ada yang melindunginya lagi.
Naoko-chan disuuruh menyanyi dalam
bunkasai (festifal budaya) oleh Yukko. .
Ternyata Nishitaka Kei juga mengikuti
acara itu. Acara bunkasai itu berlangsung sangat meriah.
Saat namanya disebut, Naoko-chan
melangkah dengan ragu-ragu ke panggung dan mulai menyanyi.
Sekarang adalah giliran band yang beranggotakan Kei , Sano, Yuki
dengan Kei sebagai vokalisnya. Sebelum Kei menyanyi, ia meminta maaf pada Naoko-chan. Setelah Kei menyanyi Kei
melangkah kearah Naoko-chan dan berlutut
di depan Naoko-chan menggenggam tangan Naoko-chan . Kei mengucapkan “ Hime, daisuki(Putri, aku suka kamu). Tanpa sadar Naoko-chan
menangis. Ternyata kehidupan di sekolahnya tidak seburuk yang ia pikirkan.
Buku ini ceritanya menarik dan jalan
ceritanya tidak mudah ditebak sehingga kita penasaran untuk terus membacanya.
Dengan dilengkapi arti dari istilah-istilah Jepang sehingga kita tidak menjadi
bingung. Dengan cerita berlatarkan di
Jepang, sehingga kita bisa mengetahui bagaiman a tata cara kehidupan di
Jepang. Terlepas dari bukunya yang kecil
dan terkesan murah juga sampulnya kurang cerah namun lucu dan menarik. Buku ini
patut dibaca khususnya anak remaja.
Jadi buku yang cukup menarik ini, memberikan
pesan moral kepada remaja zaman sekarang agar turuti semua isi hatimu kalau memang itu hal baik. Jangan pernah sembunyikan kebohongan karena
semua itu akan menyiksamu. Semoga buku ini dapat memberikan pencerahan dan
hiburan bagi pembacanya.

hontoni, arigato gozaimashitaaaa
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus