Rabu, 07 Januari 2015

resensi novel kimi to boku



RESENSI BUKU
Judul               : Kimi To Boku
Pengarang       : Thurfatun Nadhifah
Penerbit           : Media Pressindo
Tebal Buku      : 184 halaman
Ukuran Kertas : 13x19 cm
Jenis buku       : Fiksi
Tahun Terbit    : 2013
ISBN               : 979-911-281-8
KIMI TO BOKU
Buku ini bertemakan kisah cinta seorang remaja SMA yang sederhana yaitu Kitazama Naoko gadis SMA yang biasa saja dan Nishitka Kei yang terkenal dan mempunyai banyak pengikut . Pengarang novel ini, Thurfatun Nadhifah menceritakan pengalaman orang lain dan hanya mengamatinya. Alur ceritanya juga mudah dipahami sehingga kita tidak bingung membacanya. Tokoh utamanya Kitazama Naoko dan Nishitaka Kei. Sedangkan tokoh pendukungnya Yoshinaga Hino, Nakatsu Hitachiin, Yoshiki Sano, Hoshiki Sano, Yuuki kanoko, Ishiwaru Yukko, Yamada-sensei. 
 Novel Kimi To Boku yang bersetting di Jepang mengisahkan seorang gadis SMA yang bernama Kitazama naoko yang sering dipanggil Naoko-chan. Latar tempatnya yaitu di ruang kelas, tempat festival, koridor sekolah, ruang musik, panggung, dan lain-lain.  Ia dijadikan objek ijime/penindasan oleh sang Ouji (pangeran) di sekolahnya,  Nishitaka Kei. Ia dijadikan objek ijime dikarenakan membela temannya yaitu Ishiwaru Yukko Setiap hari ada saja yang mengganggunya. Naoko-chan hanya diam menatap dengan sinis berusaha menahannya dalam  hati.
Dikarenakan Naoko-chan tidak tahan lagi dengan semua penindasan itu, tanpa sadar ia telah mengucapkan semua yang ada alam hatinya. Dan tak disangka Kei merangkul Naoko-chan dan memberitakan bahwa ia dan Naoko-chan sekarang resmi menjadi sepasang kekasih. Semua orang diam tak percaya apa yang dikatakan Kei. Ternyata itu dilakukan Kei untuk membantu Naoko-chan agar tidak menjadi objek ijime lagi.
Sejak saat itu ,semua orang yang dulu menyebalkan kini tersenyum lebar pada Naoko-chan . Bukan lebar yang meremehkan namun lebar yang bersahabat.. Kini Naoko-chan lebih dekat pada Kei  . Suatu hari saat Naoko-chan sedang bermain piano sambil bernyanyi di ruang musik, ia bertemu Nakatsu Hitachiin. Seorang dulu selalu melindungi Naoko-chan sebelum ia pindah Inggris..
Kei mengajak Naoko-chan pergi ke Natsu Matsuri (Festifal Musim Panas) . Naoko-chan pergi ke Natsu Matsuri memakai Yukata/ pakaian tradisional Jepang. Kei dan Naoko-chan menikmati  Natsu Matsuri  dengan perasaan senang. Pengikut Kei tiba-tiba datangdam mengajak Kei bermain lempar gelang. Dan Kei menyanggupinya namun Naoko-chan tidak bisa ikut karena belum bisa menyesuaikan diri dengan pengikut Kei, Naoko-chan disuruh menunggunya sampai Kei kembali. Setelah beberapa saat muncullah Nakatsu dan mengajak Naoko-chan  jalan-jalan mengitari kuil. Hari sudah semakin malam. Kei gelisah mencari Naoko-chan . dan setelah bertemu Naoko-chan , ia sangat marah pada Naoko-chan karena Naoko-chan pergi bersama Nakatsu dan menyeretnya dengan kasar menjauhi Nakatsu.
Ketika Kei sedang memetik gitar di ruang musik. Tiba-tiba  muncullah seorang wanita yaitu Yuuki. Kei langsung memeluk Yuuki dan Naoko-chan merasa sakit hati melihat adegan itu. Naoko-chan akhirnya meninggalkan ruang musik dengan berlinang air mata. Ternyata Yuuki adalah cinta pertama Kei saat masih SMP dan telah mencampakkannya namun ternyata Kei masih belum bisa melupakannya.
Naoko-chan tidak sadar bahwa ia menginginkan Kei selalu disampingnya dan juga menginginkan Nakatsu di saat yang sama. Kini Naoko-chan dan Kei hanya sebatas teman dan bukan kekasih pura-puranya lagi.  Namun Kei masih khawatir dan peduli pada Naoko-chan walaupun bukan kekasih pura-puranya lagi. Naoko-chan juga merasa sedih karena tidak ada yang melindunginya lagi.
Naoko-chan  disuuruh menyanyi dalam  bunkasai (festifal budaya) oleh Yukko. . Ternyata  Nishitaka Kei juga mengikuti acara itu. Acara bunkasai itu berlangsung sangat meriah. Saat namanya disebut,  Naoko-chan  melangkah dengan ragu-ragu ke panggung dan mulai menyanyi. Sekarang adalah giliran  band yang beranggotakan Kei , Sano, Yuki dengan Kei  sebagai vokalisnya. Sebelum Kei menyanyi, ia meminta maaf  pada Naoko-chan. Setelah Kei menyanyi Kei melangkah kearah Naoko-chan  dan berlutut di depan Naoko-chan menggenggam tangan Naoko-chan  . Kei mengucapkan “ Hime, daisuki(Putri, aku suka kamu). Tanpa sadar Naoko-chan menangis. Ternyata kehidupan di sekolahnya tidak seburuk yang ia pikirkan.     
Buku ini ceritanya menarik dan jalan ceritanya tidak mudah ditebak sehingga kita penasaran untuk terus membacanya. Dengan dilengkapi arti dari istilah-istilah Jepang sehingga kita tidak menjadi bingung.  Dengan cerita berlatarkan di Jepang, sehingga kita bisa mengetahui bagaiman a tata cara kehidupan di Jepang.  Terlepas dari bukunya yang kecil dan terkesan murah juga sampulnya kurang cerah namun lucu dan menarik. Buku ini patut dibaca khususnya anak remaja.
Jadi buku yang cukup menarik ini, memberikan pesan moral kepada remaja zaman sekarang agar turuti semua isi hatimu  kalau memang itu hal baik.  Jangan pernah sembunyikan kebohongan karena semua itu akan menyiksamu. Semoga buku ini dapat memberikan pencerahan dan hiburan bagi pembacanya.   

2 komentar: